Diberdayakan oleh Blogger.
place your

ADS here

just call me

Kesalahan yang Harusnya Tidak Dilakukan Di Usia 20 Tahunan

Written By Agung Setiawan on Kamis, 02 Januari 2014 | 3:24 PM

Usia 20 Tahunan adalah usia transisi paling penting dalam hidup kita. Perpindahan gejolak dari era sekolahan ke era karir, menuntut  kita untuk cepat beradaptasi dengan perubahan yang ada. Keputusan yang kita ambil saat ini – diusia 20 tahunan – tidak hanya berpengaruh untuk jangka panjang saja, tapi juga untuk masa depan kita jauh kedepan.

Apakah anda ingin membuat usia 20 tahunan anda menjadi usia monumental untuk membuat sebuah perubahan dalam hidup anda? Ataukah anda ingin bersenang senang dan membiarkannya berlalu begitu saja? Apapun pilihannya, semua tergantung anda.

Tapi satu yang pasti, usia 20 tahunan adalah usia yang sangat krusial, setiap rencana yang anda tulis, setiap keputusan yang anda buat dan setiap langkah yang anda pilih, akan berpengaruh jauh ke masa depan anda.
Berikut ini hal-hal yang seharusnya tidak anda lakukan ketika berusia 20 Tahunan.


1.    Bekerja Hanya untuk Uang, Bukan Membangun Impian
Jangan pernah mencari kenyamanan anda ketika masih muda. Masa muda harusnya anda gunakan untuk mencari tantangan sebanyak mungkin, membangun road map menuju cita cita yang anda impikan.
Terkadang pekerjaan dengan tawaran gaji yang cukup besar menghampiri, tapi permasalahannya adalah apakah anda benar benar menikmati pekerjaan yang akan anda geluti itu?

Sebagai contoh jika anda seorang sarjana seni, apakah anda akan menerima pekerjaan sebagai seorang akuntan dengan gaji yang besar? Padahal jelas-jelas bahwa dunia akuntansi bukanlah dunia anda.

Ok, mungkin di hari ini pekerjaan sebagai seorang seniman masih tidak menghasilkan apa-apa, dan pekerjaan sebagai akuntan dapat langsung mendatangkan pendapatan bulanan, tapi apakah anda yang seorang seniman mampu membohongi diri selamanya dengan bekerja sebagai seorang akuntan?

Jika John Lennon memutuskan untuk bekerja di pabrik daripada terus-menerus bermain musik tanpa di bayar di awal karirnya, akankah The Beatles ada saat ini?
Kembali lagi, semua ini masalah proses. Nikmatilah prosesnya.


2.    Tergesa-Gesa Dalam Jatuh Cinta
Mungkin bagi anda yang baru saja lulus dari dunia kampus, pasti mulai berinisiatif bahwa inilah saatnya mencari tambatan hati yang tepat untuk menjalin rumah tangga bersama. Toh orang tua anda pun juga mendukung langkah anda ini. Apalagi jika undangan sweet seven teen telah lama berganti menjadi undangan pernikahan dari beberapa kolega dekat kita.

Permasalahannya apakah anda akan langsung mengumbar cinta anda begitu bebas dari dunia perkuliahan dan mulai meniti jenjang karir?

Alih-alih fokus mengejar tambatan hati yang tepat, lebih baik kita fokus untuk memperbaiki kualitas diri.
Percayalah, lelaki yang baik akan selalu diperuntukkan untuk wanita yang baik pula.


3.    Tetap Kekanak-Kanakan
Diusia peralihan awal 20 tahunan, sering kali kita masih terlihat “kekanakan” dihadapan rekan kerja kita yang lebih tua. Kita masih sering becanda tidak pada tepatnya hingga masih mengedepankan ego daripada professionalitas.

Being child like is good, seperti halnya anak kecil yang selalu ingin belajar banyak hal dan kreatif.
But being childish? NO! Bukan sebuah kebanggan lagi di usia anda jika apa-apa masih minta sama orang tua.

Real man use three pedals??? NO!
Real man pakai mobil yang dia beli dengan keringatnya sendiri.


4.    Family  Comes Second
Kita tahu bahwa di usia 20 tahunan adalah usia dimana kita sedang semangat-semangatnya mengejar karir kita. Tapi ingat, jangan pernah lupakan bahwa dibalik kesuksesan anda selalu ada keluarga yang mendukung. Jangan pernah menomor duakan mereka. Anggaplah kehidupan keluarga anda saat inilah adalah sebagai ajang latihan sebelum anda membangun rumah tangga anda dikemudian hari.

Satu lagi yang ingin saya share di poin ini. Anda tahu apa beda The Boy dengan The Man ?

“The Boy comes home cause he need his mommy for giving him some money. The Man comes home cause he knew that he cares of his mommy.”


5.    Tetap di Pekerjaan yang Tidak Mengajarkanmu Apa-apa
Pernah membaca cerita tentang persahabatan antara Ayam dan Elang ? Pekerjaan yang terasa nyaman dan tanpa tuntutan tidak akan membuat anda belajar apa-apa. Menjebak anda dalam sebuah kenyamanan semu yang sepertinya enak, padahal lambat laun kreativitas anda akan tergerus karena tidak terbiasa dengan berbagai macam tantangan yang baru. Hal ini mungkin akan membuat senang anda di hari ini, tapi di kemudian hari ketika kreativitas anda sudah tidak terlatih lagi? Tidak ada salahnya pergi mencari pekerjaan baru yang akan mengajarkan anda banyak hal. Sebelum keadaan membuat anda terlalu nyaman tanpa belajar apa-apa.


6.    Ikut-ikutan Trend
Anda boleh meyadari tren apa saja yang berkembang hari ini, tapi jangan pernah terlalu fokus untuk mengikuti suatu tren tersendiri. Jika anda anda menghabiskan sebagian besar waktu anda hanya untuk mengikuti tren tertentu saja, kapan anda akan fokus untuk menciptakan tren anda sendiri?
Ingat! Mereka yang sukseslah yang menciptakan tren itu, bukan para pengikutnya.


7.    Selesai Belajar
Kita tahu, kita sudah muak dengan program 12 tahun wajib belajar + 4 tahun kuliah (itupun kalau tidak ngaret). Sudah saatnya kita menutup buku pelajaran dan fokus bekerja untuk mencari uang. Tapi apakah itu benar?


Mereka yang sukses tidak pernah berhenti belajar dan belajar tidak harus di bangku kelas. Dunia ini penuh permasalahan yang sangat menarik untuk dipelajari jika kita mampu memahaminya.

Ingat, wajib belajar bukan hanya 12 tahun + 4 tahun kuliah. Wajib belajar adalah seumur hidup!

Manfaatkan sebaik mungkin usia 20 Tahunan anda, karena apapun keputusan yang anda ambil hari ini, akan berdampak jauh ke masa depan anda,

'Age is just number, Young is forever and Mature is character' – Self Quote
Sumber
3:24 PM | 0 komentar | Read More

Mengenang Stiker Kota

Written By Agung Setiawan on Kamis, 12 Desember 2013 | 1:54 PM


Jika ada orang yang bertanya, karya seni grafis apa yang sangat diminati dan paling laris di Indonesia ini, jawaban saya belum berubah: stiker kota. Ya, ini sebutan untuk stiker-stiker yang sering kita lihat menempel di mana-mana: sepatbor motor, kaca mobil, cermin toilet, daun pintu, sampai sampul buku. Yang gambarnya macam-macam: dari stiker bertuliskan Warning, Caution, Danger dengan teks-teks nakal di bawahnya; gambar presiden pertama Sukarno, penyanyi balada Iwan Fals, sampai kelompok musik Slank; berbagai lafaz-lafaz Arab; atau yang lebih menggelitik memori generasi 1980-an maupun 1990-an: stiker bergambar perempuan berambut tajam bertuliskan “Gadis Jujur”, si bayi gemuk “No Problem”, maupun stiker-stiker teks bertuliskan “Yang Cakep Duduk Di Muka (Dekat Mas Sopir)” maupun “Sekarang Bayar Besok Gratis”. Memori kolektif generasi itu masih berlangsung hingga kini karena stiker-stiker itu masih tersebar di mana-mana. Stiker-stiker itu diminati, dalam jumlah yang masif, dan bolehlah dikatakan: mengalahkan popularitas karya semua seniman seni grafis di Indonesia.


 Apakah stiker-stiker itu bisa disebut sebagai karya seni grafis atau tidak, biarlah kita titipkan perdebatan itu kepada para kritikus seni rupa. Yang jelas, stiker-stiker itu tak mendapat perhatian lebih dalam wacana seni rupa dan desain di Indonesia sekalipun popularitasnya jelas membuatnya sangat layak dibahas—setidaknya sebagai fenomena sosial. Dalam wacana seni grafis 1980-an, sebagaimana poster, spanduk, baliho, iklan, kemasan, dan produk visual lainnya, stiker-stiker itu hanya dianggap sebagai “kebudayaan massa.” Dengan kata lain, kecuali mungkin bagi kritikus seni rupa Sanento Yuliman: tak penting dibahas. no-problem2

 
 Bagaimanapun, popularitas stiker kota di tengah kehidupan warga Jakarta dan juga beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa sejak 1980-an mengundang tanya. Syahdan, pada 2000, sebuah organisasi seniman muda di Jakarta bernama ruangrupa tertarik meneliti stiker-stiker yang pernah menemani mereka tumbuh remaja itu. Hasil penelitian itu diterbitkan dalam jurnal terbitan mereka, Karbon edisi 2 / April 2001, dengan judul “Cetak Urban: Yang Personal di Atas Tafsiran Sosiologis”. Belakangan, saya turut mengurus jurnal itu, terutama saat Karbon bersalin rupa menjadi jurnal daring (dalam jaringan, atau online) dengan alamat Karbonjournal.org sejak 2007. Satu tahun kemudian, ruangrupa membentuk Divisi Penelitian dan Pengembangan lalu memutuskan untuk kembali meneliti stiker kota. Saya terlibat di dalamnya.

 
 Pada 2008 itulah kami sepakat menamai stiker-stiker tersebut sebagai “stiker kota”. Alasannya sederhana: stiker-stiker yang dikonsumsi masyarakat kota itu menyuarakan hasrat urban. Referensi tentang stiker kota saat itu tetap minim. Kembali pada titik nol, membuat kami melontarkan pertanyaan mendasar: siapa otak di balik semua ini? Penelusuran kami selama enam bulan di berbagai kota, dari Bandung, Semarang, Yogyakarta, Malang, sampai Surabaya, lalu membuahkan temuan unik.

 
 Jika Anda membeli stiker-stiker model lawas—yang masih tersangkut memori kolektif 1980-an dan 1990-an tadi—yang biar pun sudah jarang pada 2008 itu, pada stiker yang masih berupa lembaran besar, belum dipotong-potong untuk dijual, Anda akan menemukan cap bertuliskan “AMP Prod”, artinya: produksi AMP. Dan jauh dari perkiraan kami yang menyangka kalau produsen stiker itu pastilah berada di sebuah kota besar—sesuai hasrat yang diembannya, sesuai julukan “stiker kota” dari kami—AMP Production justru berada di sebuah desa, yaitu di Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

 
 AMP adalah singkatan “Adi Mas Putra” yang berarti “adik, kakak, dan putra”. Usaha itu didirikan oleh Kusnadi pada 1977, saat pemuda putus sekolah kelahiran 1956 itu menikahi Pujowati, istrinya yang kemudian menjadi rekan kerjanya. Mereka memulainya hanya dari sebuah ruang kecil dengan satu alat sablon. Lama-lama usaha mereka membesar hingga pabrik AMP pernah memiliki 150 pegawai. Baru sejak 2008, berkat manajemen yang semakin efisien setelah pengalaman bertahun-tahun, AMP cukup ditangani 75 orang saja.

 
 Lalu, bagaimana mungkin stiker-stiker yang bagi kami isinya “sangat kota” itu diproduksi di sebuah desa? Pertanyaan itu mengantar kami pada segudang pertanyaan lain, yang tentu tidak mungkin dijawab sepenuhnya dalam penelitian pertama kami yang memang lebih bertujuan membuka jalan bagi penelitian lanjutan. Hasil penelitian kami kemudian dibukukan dengan judul Stiker Kota pada akhir 2008. Di dalamnya, dimuat 3000-an gambar stiker dengan berbagai kategori yang kami kumpulkan selama hampir satu tahun. Misteri asal mula stiker kota berhasil kami kuak, namun seliweran pemaknaan atasnya tentu belum sepenuhnya terjawab.

 
 Bagaimanapun, kami mengandaikan stiker-stiker itu sebagai teman bagi para perantau di kota Jakarta. Ibu kota ini memang menjadi fokus penelitian kami, sekalipun tak mungkin memaknai stiker kota di Jakarta tanpa memerhatikan hubungannya dengan kota-kota lain. Persisnya, terkait keberadaan stiker kota yang kami bayangkan sebagai teman para perantau, saya kutip isi buku tersebut: “Kota telah melemparkan kampung halaman penghuninya, di saat kota sendiri belum sepenuhnya menerima warganya. Dalam pertarungan sosial antarkelas ekonomi ini, masyarakat yang tersudutkan sebagai kelompok akhirnya perlu mengais-ngais lagi kenangan asal mereka, kampung halaman yang tak bisa sepenuhnya menghilang karena dibutuhkan sebagai pijakan identitas.”

 
 Pernyataan tersebut, tentu berbasis pada anggapan bahwa nyaris semua warga Jakarta adalah perantau. Juga dengan kesadaran bahwa seiring perkembangan teknologi dan informasi, yang membuat orang-orang semakin bisa mengakses hal yang sama dan mengalami berbagai pertukaran budaya, apa “yang kota” bukan lagi cuma persoalan ruang tapi juga persoalan makna. Batas desa dan kota sudah semakin kabur sejak keduanya semakin bisa diimajinasikan. Di Jakarta—kita tahu—segala yang gedongan dan kampungan berampur-aduk tak keruan. Dalam kesemrawutan itu, setiap orang perlu pijakan identitas, yang salah satunya ternyata mampu dimediasi oleh stiker-stiker itu.

 
Selain menjadi bagian dari identifikasi diri seseorang, stiker juga menjadi penanda teritorial bagi penempelnya, di mana upaya penempelan itu terkait dengan kehendak berkomunikasi, yang semuanya dilakukan dengan kesadaran ruang. Stiker lafaz Islam yang menempel di depan pintu seseorang, misalnya, selain menegaskan identitas agama pemilik pintu kepada dirinya sendiri, juga menyampaikan identitas itu kepada tamunya, sekaligus sebagai penanda teritorial kemuslimannya. Menempelkan stiker Sukarno di rumah, misalnya, mungkin dapat membuat Anda tampak Sukarnois sekalipun belum tentu Anda pendukung Megawati, sekaligus dapat membuat seorang antek Orde Baru yang berkunjung ke rumah jadi lebih menjaga tutur kata. Stiker teks “Tampang Keren Belum Tentu Berisi Kantongnya” bisa menampilkan sisi humoris Anda, menyiratkan kenyataan sebenarnya, atau bisa membuat tamu curiga kalau Anda sebenarnya tak sebelia yang dikira karena menggemari stiker-stiker yang ngetop pada akhir 1980-an.

 
 Sementara itu, suatu stiker “harus ditempelkan di tempat yang sesuai agar memiliki makna yang tepat”. Namun setiap orang tentu bisa tak hanya memiliki satu lembar stiker, tidak pula sejumlah stiker dengan kategori sejenis. Identitas seseorang tidak tunggal. Jauh lebih rumit daripada yang bisa kita duga. Keberagaman elemen identitas itu mungkin tak berbeda dengan bagaimana stiker-stiker dipajang di lapak-lapak: campur-baur tanpa susunan jelas, sehingga stiker Sukarno yang menggelora bisa dipajang di sebelah stiker Soeharto yang selalu tersenyum, stiker Che Guevara yang revolusioner bisa bersanding akrab dengan stiker Britney Spears yang spektakuler. Variasi stiker yang saling bertubrukan maknanya bisa saja kita dapati dalam rumah seseorang—dan tak seketika menjelaskan sesuatu.

 
 Sebagaimana produk budaya lainnya, kita bisa melihat dan memahami masyarakat melalui stiker. Semakin banyak stiker Warning (termasuk stiker Danger dan Caution) yang ditujukan untuk ditempel di sepatbor motor, misalnya, terjadi seiring semakin banyaknya motor berkeliaran di jalanan. Pada 2008 itu mulai banyak stiker berbahasa daerah dan lebih banyak stiker nakal dengan teks-teks lucu dan “menjurus”, seolah menyiratkan menguatnya identitas lokal sejak otonomi daerah dan semakin dibutuhkannya humor untuk merenggangkan ketegangan hidup. Perpaduan berbagai citraan dalam stiker-stiker pun kian absurd. “Bagaimana,” misalnya, “menjelaskan kekaguman kepada Che Guevara yang stikernya kemudian diplesetkan menjadi Chewe Gue Parah? Dan bagaimana jika stiker itu dibeli oleh mereka yang sebelumnya mengagumi dan membeli stiker Che Guevara?’” Atau, “suatu saat nanti, akan ada yang mengira bahwa Mickey Mouse itu adalah kartun asal Indonesia karena tikus itu fasih berbahasa Indonesia dalam stikernya.”

 
 Akhir kata, “Sebuah citraan yang mampu terus bertahan bisa saja adalah citraan tentang harapan, namun pengertian akan harapan itu juga akan terus berubah seiring zaman dan anggapan masyarakatnya”. Stiker, sebagaimana kenyataan hidup di ruang kota, adalah kesementaraan. Namun dari sana ada banyak hal yang bisa kita lihat dari setiap perubahan yang ada. Termasuk, misalnya, kenyataan bahwa belakangan ini saya semakin jarang melihat stiker-stiker itu menempel di motor-motor. Apakah ini berarti sesuatu? Apakah semesta stiker kota telah bergeser menuju sesuatu yang berbeda lagi? Dan sebelum itu terjadi, bukankah ini saat yang tepat bagi kita untuk kembali menelitinya?

 
 Beberapa sticker kota yang mungkin bisa membuat anda ketawa mengingat masa-masa 80-90an

Sumber

1:54 PM | 0 komentar | Read More

Cara Australia Sadap Ponsel Petinggi RI?

Written By Agung Setiawan on Kamis, 21 November 2013 | 3:45 PM

Bagaimana Cara Australia Sadap Ponsel Petinggi RI?
Penyadapan bisa dilakukan lewat cara jarak jauh


Sepekan terakhir, Indonesia digemparkan berita penyadapan saluran telepon seluler sejumlah petinggi RI oleh intelijen Australia pada tahun 2009. Kabar itu menyebar sejak media massa internasional menulis rahasia yang dibocorkan Edward Snowden. Ini tentu bukan aksi intelijen sembarangan. Dari data tersebut, diketahui intelijen Australia berhasil menyadap telepon seluler Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beserta istri, Wapres Boediono, mantan Wapres Jusuf Kalla, Jubir Presiden Dino Patti Djalal, Andi Malaranggeng, Sekretaris Negara Hatta Rajasa, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menko Polkam Widodo Adi Sucipto, dan Menteri BUMN Sofyan Djalil.

Tak pelak, hubungan diplomatik Indonesia-Australia yang tadinya hangat kini menjadi panas. Tak hanya memanggil pulang Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, dari Canberra, Presiden SBY juga meminta penjelasan dan permohonan maaf dari pemerintah Australia. Tapi, alih-alih meminta maaf, Perdana Menteri Australia Tony Abbott malah mendukung apa pun yang sudah dilakukan pemerintahan sebelumnya, dan saat ini terus mengumpulkan informasi demi kepentingan nasional Australia. Bukannya reda, hubungan antara kedua negara malah tambah renggang.

Bagaimana modus intelijen Australia memata-matai aktivitas para petinggi RI masih menjadi teka-teki sampai detik ini. Faktanya, berdasarkan dokumen yang dibocorkan Snowden, aksi intelijen Negeri Kanguru itu dilakukan pada tahun 2009 dengan menyadap telepon seluler. Namun, tidak dijelaskan dengan teknologi apa, bagaimana caranya, atau bekerja sama dengan pihak mana. Semuanya masih misterius.



Skema penyadapan
Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, penyadapan bisa dilakukan dengan berbagai cara, baik dengan peranti lunak maupun peranti keras. Menurut Nonot Harsono, Anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), penyadapan ponsel bisa dilakukan hanya dengan me-remote. Salah satu skema konvensional penyadapan ponsel adalah dengan menaruh BTS kamuflase di sekitar ponsel korban. "Misalnya, menggunakan BTS palsu dalam bentuk koper atau dalam bentuk yang tidak terduga. Biasanya digunakan aparat hukum untuk memburu target operandinya," kata Nonot pada VIVAnews, dua hari lalu.

Jika BTS kamuflase itu menyala, cara kerjanya sederhana. Dia menjelaskan, ponsel yang mengirimkan gelombang radio menuju BTS di sekitarnya. Dan, BTS palsu juga akan menangkap gelombang radio tersebut tanpa sepengetahuan pengguna, kemudian menerima informasi percakapan di ponsel. Skema lain, melalui alat sadap yang dipasang oleh operator telekomunikasi. Tiap-tiap operator seluler, tutur Nonot, mempunyai alat penyadapan atau alat perekam yang dipasangkan di dalam jaringannya. "Ini demi penegakan hukum. Tapi, mereka hanya diperbolehkan membukanya apabila diminta oleh penegak hukum," terangnya.

Berbicara skema yang lebih canggih, penyadapan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan peranti lunak. Menurutnya, praktik penyadapan oleh intelijen asing tentu sangat rapi dan rahasia, banyak yang tidak menyadarinya. Pelaku aksi intelijen bisa menyusup dengan menyewa bandwidth ke operator tertentu dengan berpura-pura menjadi penyelenggara jasa Internet (Internet Service Provider/ISP) kemudian membuka jaringan virtual ke pusat intelijen. Namun, Nonot enggan menduga-duga skenario mana yang ditempuh oleh intelijen Australia untuk menyadap saluran telepon seluler milik para petinggi RI.


Alat sadap Densus 88?
Beda halnya dengan Nonot yang mengulik isu penyadapan dari perspektif teknologi informasi, Indonesia Police Watch (IPW) mencurigai alat penyadapan oleh Australia melalui alat-alat bantu sadap bantuan dari pemerintah Australia yang diberikan pada Datasemen Khusus (Densus) 88. IPW mendesak Polri segera mengevaluasi berbagai peralatan, khususnya alat-alat sadap bantuan dari Negeri Kanguru itu. "Sebab, bukan mustahil lewat bantuan alat sadap buat Densus 88 antiteror ini, intelijen Australia menyadap komunikasi pejabat Indonesia," kata Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Rabu 20 November 2013. "Jika terbukti penyadapan lewat alat sadap bantuan itu, berarti sudah waktunya semua alat tersebut diblokir, dinonaktifkan dan tidak perlu difungsikan lagi," jelasnya.

Kalaupun tidak terbukti, pemerintah diimbaunya agar tetap waspada. Kenapa intelijen Australia dan negara asing lainnya terlalu mudah menyadap para pejabat Indonesia. Sementara itu, pada kesempatan berbeda, Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Moeldoko mengatakan, pihaknya akan memperkuat sistem enkripsi negara guna mengantisipasi penyadapan negara asing, khususnya Australia dan Amerika Serikat. Pria yang sebelumnya menjabat Kepala Staf TNI AD itu mengaku akan mengembangkan enkripsi bersama Lembaga Sandi Negara supaya para petinggi negara tidak gampang disadap oleh pihak asing. "Untuk kontrainformasi, kami tengah mengembangkan enkripsi yang akan kita buat sendiri," terang Moeldoko pada wartawan di Markas Komando Badan Intelijen Strategis, Jakarta.

Kemarin pagi, Moeldoko telah memberikan arahan kepada para intelijen TNI AD, AL, AU beserta atase-atase pertahanan Indonesia guna mengantisipasi penyadapan dari pihak asing. "Kita beranalogi dengan negara-negara lain. Penyadapan tidak hanya kepada Indonesia, tetapi juga terjadi kepada negara-negara lain. Penyadapan itu syarat teknologi. Kita harus siap," ucapnya.

  


Kemungkinan BTS palsu
Spekulasi pun muncul. Operator telekomunikasi dituding memfasilitasi intelijen Australia untuk menyadap ponsel Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah menteri di era 2009. Sebagaimana dilaporkan laman The Guardian dan Sydney Morning Herald, ada empat operator telekomunikasi yang disebutkan di dalam dokumen penyadapan, yaitu Telkomsel, XL, Indosat, dan Hutchison (3). Namun, spekulasi ini langsung buru-buru dibantah. "Nggak benar. Urusan penyadapan kami patuh pada hukum. Kami ikuti arahan penegak hukum, karena mereka yang berhak," bantah Ivan Cahya Permana, VP Technology and System Telkomsel, saat dikonfirmasi VIVAnews, Selasa 19 November 2013.

Dia menjelaskan, secara teknis, Telkomsel dan operator telekomunikasi pada umumnya mempunyai standar keamanan jaringan sesuai persyaratan internasional. Namun demikian, Ivan mengakui, masih ada masalah dengan kepemilikan alat penyadapan, yaitu perangkat ini bisa dimiliki oleh kalangan di luar penegak hukum. "Problemnya, tak ada aturan yang mengatakan perangkat itu hanya boleh dimiliki penegak hukum saja. Jadi, kalau Anda punya uang cukup, Anda bisa beli perangkat itu. Harganya 50 miliar rupiah. Memang mahal, makanya terbatas. Kepolisian pun nggak punya banyak," jelas Ivan Permana.

Namun, untuk kasus penyadapan Presiden RI dan sejumlah menteri, Ivan enggan menuding intelijen Australia telah membeli perangkat tersebut. Karena, kemungkinannya masih cukup luas. Menurut Ivan, intelijen Australia dapat memanfaatkan BTS palsu untuk menyadap informasi dari ponsel. "Alat sadap itu dapat menyaru jadi BTS milik operator, karena itu dipercaya oleh ponselnya, nah ponsel meresponsnya ke alat itu," jelas Ivan. Senada dengan Telkomsel, Indra Utoyo, Direktur Inovasi dan Strategi Portofolio Telkom yakin tidak ada operator telekomunikasi di Indonesia yang terlibat dalam upaya penyadapan yang membuat hubungan Indonesia-Australia makin panas.

"Untuk penyadapan, kami sudah ikut aturan yang ditetapkan pemerintah. Mungkin mereka (Australia) mempunyai hal yang melampaui aturan kita. Ini di luar domain kami," ujar Indra, saat dijumpai VIVAnews di Jakarta, Rabu 20 November 2013. "Ini menjadi pembelajaran untuk semua pihak ke depan untuk memperbaiki dan meningkatkan layanan di era digital bahwa keamanan dan privasi itu sangat penting," ujar dia.

Penyadapan = ilegal
Menanggapi isu penyadapan ini, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) pun turut bicara. Sejauh ini, Kepala Pusat Informasi dan Humas Kominfo Gatot S Dewa Broto mengatakan penyadapan itu belum terbukti dilakukan lewat kerja sama dengan penyelenggara telekomunikasi di Indonesia. "Jika terbukti ada yang main mata di kemudian hari, maka penyeleggara telekomunikasi yang bersangkutan dapat dikenai pidana yang diatur dalam UU Tekomunikasi dan UU ITE," kata dia.

Gatot memaparkan, penyadapan bertentangan dengan UU No 36/1999 tentang Telekomunikasi dan UU No 11/2008 tentang ITE. "Pada pasal 40 dalam UU Telekomunikasi, setiap orang secara tegas dilarang melakukan kegiatan penyadapan atas informasi yang disalurkan melalui jaringan telekomunikasi dalam bentuk apapun," paparnya Menurutnya, Kominfo tidak pernah memberikan sertifikasi perangkat sadap terkecuali yang digunakan oleh lembaga penegak hukum yang disebutkan pada Pasal 40 UU Telekomunikasi dan Pasal 31 UU ITE.

"Kami tidak pernah mengeluarkan sertifikat untuk perangkat anti sadap. Karena itu ilegal," ujar Gatot.  


Sumber
3:45 PM | 0 komentar | Read More

Cara Mudah Menggunakan BBM di iPad

Written By Agung Setiawan on Jumat, 25 Oktober 2013 | 2:56 PM


Simpang siur berita BBM di Android dan iOS memang kadang cukup membingungkan. Sebelumnya untuk platform iOS, dikatakan bahwa BBM hanya dapat digunakan di iPhone saja. Namun sebenarnya Anda yang ingin chatting menggunakan BBM di iPad juga dapat melakukan.

Berikut langkah-langkah untuk memasang dan menggunakan BBM di iPad.

1. Buka Apple AppStore dan cari BBM di kolom pencarian Ubah Setting Pencarian Menjadi iPhone Only



2. Nantinya tidak akan ditemukan aplikasi BBM. Ubah kategori pencarian di kolom paling kiri menjadi iPhone Only.

3. Aplikasi BBM akan muncul. Klik Free untuk meneruskan proses instalasi.

4. Setelah proses instalasi selesai, jalankan aplikasi BBM di iPad.

5. Masukkan alamat email untuk mendapatkan antrian.



6. Setelah Anda mendapatkan email balasan untuk menggunakan BBM, jalankan kembali aplikasi BBM di iPad.

7. Masukkan alamat email yang digunakan untuk mendapatkan antrian di kolom yang disediakan.

8. BBM akan mengharuskan Anda membuat atau memasukkan BlackBerry ID (BB ID). 
Bagi yang pernah membuat dan menggunakan BB ID di ponsel BlackBerry, perlu diperhatikan bahwa satu BB ID hanya dapat digunakan di satu perangkat saja. Jika Anda menggunakan BB ID yang sama, maka BBM akan aktif di iPad dan non aktif di perangkat yang lama.



9. Jika ingin membuat BB ID yang baru, pilih menu Sign Up.




10. Isi form pembuatan BB ID.

11. Jalankan BBM dan masukkan username (email yang digunakan mendaftar BB ID) dan password BB ID yang baru saja dibuat.

12. Aplikasi akan menampilkan PIN Anda dan nama yang akan ditampilkan di daftar kontak BBM. Untuk nomor PIN, tidak dapat dipilih dan diberikan secara acak. Sedangkan nama akan dapat diubah sesuai keinginan.



Langsung chatting deh!!!
Mudah kan? Selamat mencoba!!





2:56 PM | 0 komentar | Read More

BBM Untuk Android Dan iOS

Written By Agung Setiawan on Kamis, 24 Oktober 2013 | 1:16 PM


Kabar gembira bagi anda yang sudah menanti lama perilisan BBM Android & iOS karena sejak tadi pagi aplikasi messenger besutan RIM ini telah tersedia untuk perangkat Android dan perangkat iOS khusus nya iPhone. 

Setelah sebelumnya sempat tertunda perilisan karena terjadi error di server Blackberry sekarang anda sudah bisa menikmati nya secara resmi. Pengumuman perilisan resmi #BBM4ALL di tulis di blog blackberry yang menandakan aplikasi messenger tersebut sudah siap untuk di download dan dipakai jutaan penggunanya. 

Untuk mendownload aplikasi ini anda cukup mengunjungi halaman berikuti ini BBM Android & iOS. Setelah itu anda akan diarahkan ke halaman download play store untuk pengguna android dan diarahkan ke apps store untuk pengguna iPhone. Akhirnya sekarang ga perlu lagi punya 2 hape cukup 1 saja biar ga ribet.

Namun saat ini sepertinya para pengguna tablet android atau ipad belum bisa menikmati BBM karena pihak blackberry belum menyediakannya untuk perangkat dengan layar diatas 7 inch. Jadi harap bersabar bagi anda pengguna tablet. Berharap saja dalam waktu dekat pihak Blackberry juga segera merilis versi tabletnya.


Sumber
1:16 PM | 0 komentar | Read More

Wawancara Vicky Prasetyo Tunangan Zaskia Gotik

Written By Agung Setiawan on Rabu, 18 September 2013 | 2:07 PM

Meski udah lama berita nya, tapi hanya mau share aja.
Kata-kata Vicky Prasetyo dalam wawancara nya bersama Zaskia Gotik

“Di usiaku ini, twenty nine my age, aku masih merindukan apresiasi, karena basically aku senang musik, walaupun kontroversi hati aku lebih menyudutkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya.”
“Kita belajar, apa ya, harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita enggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta apa yang kita menjadi keinginan.”

“Dengan adanya hubungan ini, bukan mempertakut, bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia, tapi menjadi confident. Tapi, kita harus bisa mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi kita tetap lebih baik dan aku sangat bangga…”

Biar lebih lengkap, monggo diliat langsung di youtube
Jadi mana yg mau dipake kata-kata nya,,
merindukan apresiasi, kontroversi hati, konspirasi kemakmuran, kudeta, mempertakut, mempersuram, statusisasi kemakmuran, labil ekonomi
2:07 PM | 0 komentar | Read More

Sinyal 50 Juta Ponsel Akan Dimatikan

Written By Agung Setiawan on Jumat, 05 Juli 2013 | 2:10 PM

Pas lagi browsing, nemu berita kalau ponsel BM (black market) yang masuk ke Indonesia, akan di matikan sinyal nya,,,
Sedikitnya 50 juta ponsel bakal dimatikan sinyalnya setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Kementerian Perdagangan dan sejumlah pimpinan operator telekomunikasi menyepakati pemblokiran IMEI ponsel illegal.

Hal tersebut mengemuka pada rapat yang dipimpin oleh Menteri Perdagangan, Gita Wiryawan, pada Rabu (3/7), bahwa ada sekitar 10 persen hingga 15 persen (sekitar 50 juta ponsel) dari perangkat telekomunikasi yang beredar di Indonesia telah teridentifikasi IMEI yang unlegitimated.

Sebagai informasi, jumlah total perangkat telekomunikasi yang beredar baik di tangan pengguna maupun masih di pergudangan dan atau pertokoan adalah sekitar 500 juta unit. Sedangkan jumlah perangkat telekomunikasi yang nomornya aktif digunakan adalah sekitar 250 juta unit.

Pemblokiran ponsel dengan IMEI illegal tersebut di antaranya didasari atas adanya Peraturan Menteri Perdagangan No. 82/M.DAG/PER/12/2012 tentang Ketentuan Impor Telepon Seluler, Komputer Genggam dan Komputer Tablet.

Menurut Menteri Perdagangan, usulan tersebut karena didasari oleh dampak negatif yang diakibatkan jika peredaran perangkat ilegal masih tetap marak, maka tentu saja berdampak negatif bagi perekonomian.

Di samping itu ada upaya jangka pendek dan jangka panjang. Terhadap berbagai usulan tersebut, Dirjen PPI dan ketiga Direktur Utama penyelenggara telekomunikasi tersebut pada dasarnya setuju dengan catatan ada durasi waktu yang cukup panjang untuk sosialisasi agar tidak menimbulkan dampak sosial bagi masyarakat umum.

Menanggapi hal tersebut, Presdir XL Axiata, Hasnul Suhaimi, mengatakan pihaknya akan mengikuti semua kesepakatan yang dibuat antara Kemendag, Kominfo, dan operator telekomunikasi.

"Kami akan secara bertahap dan tanpa merugikan pelanggan akan menertibkan ponsel dengan IMEI illegal," katanya.

Rencananya, pemblokiran ponsel dengan nomor illegal akan dilaksanakan secara bertahap dalam waktu setahun sejak hari ini.

Lantas salah siapakah ini, marak nya ponsel BM masuk ke negara kita,,??

Pemerintah melalui Menteri Perindustrian MS Hidayat mengungkapkan keluhannya mengenai maraknya peredaran HP BM atau black market menjadi salah satu penyebab para produsen HP atau smartphone enggan berinvestasi di Indonesia.

Lalu pertanyaannya, kasus banyaknya smartphone atau HP BM yang masuk ke Indonesia siapa yang salah? Pedagang? Konsumen? atau oknum bea cukai yang meloloskan HP BM saat masuk ke Indonesia.

Seperti diketahui, pada minggu lalu, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dengan beberapa staf kementrian perdagangan melakukan inspeksi mendadak ke salah satu pusat penjualan smartphone atau HP baru dan bekas di Roxy Mas Jakarta.
Dari sidak tersebut, mereka menemukan banyaknya HP BM yang tidak dilengkapi izin dirjen postel indonesi dan tanpda manual book dalam bahasa indonesia.

Hal tersebut membuat pihak kementerian perdagangan geram dengan banyaknya HP BM yang beredar di Indonesia.
Terasa aneh jika hanya pedagang atau konsumen yang disalahkan atas maraknya kasus HP BM di Indonesia.
Jalur HP BM sebenarnya bisa terputus jika pemerintah dalam hal ini menteri perdagangan bekerja sama dengan pihak Bea cukai yang selalu mengawasi jalan masuk HP BM tersebut.
Pernyataan pemerintah tersebut seolah membuka kenyataan bahwa saat ini banyak oknum-oknum di dirjen bea cukai meloloskan beberapa barang yang mestinya tidak boleh masuk ke Indonesia tanpa pajak seperti halnya HP BM.

BlackBerry BM Walaupun logikanya benar mengenai keengganan produsen HP atau smartphone berinvestasi di Indonesia, namun hal tersebut tidak bisa dikatakan satu-satunya faktor. Kita juga harus menerima kenyataan bahwa infrastruktur di Indonesia masih terbilang buruk.
Terlebih lagi aturan birokrasi yang berbelit-belit, serta pungli yang dilakukan oleh oknum pemerintah juga menjadi hal utama keengganan investor enggan berinvestasi di Indonesia.

Untuk masalah HP BM, konsumen tidak akan membeli barang tersebut jika tidak ada di pasaran. Pedagang juga tidak akan menjual jika tidak ada pemasok.
Terakhir, pemasok tidak akan bisa masuk ke indonesia jika oknum-oknum di dirjen bea cukai yang menguasai jalur masuk tidak berkompromi dengan para penyelundup HP BM.

Jadi dari beberapa proses diatas, terlihat bahwa pejabat terkait hanya bisa menyalahkan konsumen dan pedagang, sedangkan pangkal masalah utama yaitu oknum-oknum di bea cukai masih terus menjadi penghianat bagi institusinya sendiri. Bagaimana pendapat anda?

Yang mau cek imei HP nya valid atau ngga, silahkan di cek disini
2:10 PM | 0 komentar | Read More

Striping Variasi Yamaha Jupiter Z Lama

Written By Agung Setiawan on Jumat, 21 Juni 2013 | 2:46 PM

Selamat siang, emm, bingung neh sebernar nya, ada keinginan untuk mengganti srtiping motor.
Ingin nya yg simple seperti ini:
Punya agan paracy (kaskus)
 Tapi ane ingin di masukan juga tulisan x1 nya tanpa kata 'super' yg biasa dan udh ane pasang sekarang :
yg ini punya ane, tapi udh mulai lusuh :(
Dan di tambah juga (untuk design yg punya agan paracy) bagian di atas bos mesin, dan sayap untuk bagian atas nya, enak nya di bikin seperti apa ya ,,,??
2:46 PM | 0 komentar | Read More

The Expendables 3 vs The Raid 2 (Berandal)

Written By Agung Setiawan on Minggu, 19 Mei 2013 | 4:52 PM


Setelah membaca berita dari beberapa media yang menyebutkan Silvestre Stallone ingin membuat film The Expendables 3 yang akan menyamai kehebatan film The Raid yang dikatakan sempurna olehnya, membuat saya sangat bangga dengan karya besutan Gareth Evans.


Seperti ucapannya di twitter dikutip dari web : beritajatim.com :
"Saya berpikir untuk menyerbu The Raid." ungkapnya

"Kita percaya bisa membuat film The Expendables 3 lebih baik daripada The Raid yang merupakan film yang sempurna," jelas Stallone.

Seperti yang dikutip dari berbagai sumber bahwa Iko uwais juga akan menjadi bagian dari film The Expendables 3, hanya sayangnya apakah Iko bisa bahasa Inggris atau tidak, tetapi jika memang tidak bisa seorang Sly akan membuat Iko tanpa dialog. bahkan lebih seram ketika mendengar tanpa dialog bukan? sosok misterius bakal lebih mengena ke Iko.

Membuat rasa penasaran pada film Expendables 3 ini ditunggu, tapi persaingan antara film action yang menyuguhkan silat cepat macam The Raid di barat sangat jarang terjadi, sehingga film The Raid sendiri sangatlah terbilang sukses menembus papan atas film action di Hollywood. Perlu diketahui oleh pembaca sendiri bahwa film The Raid yang sudah memasuki tahap produksi yaiu Berandal juga sangat dinanti publik yang kabarnya akan release tanggal 8 september 2013.

lalu siapakah yang menang? The Expendables 3 atau The Raid "Berandal" pasti sudah sangat tidak sabar untuk menontonnya bukan ?

4:52 PM | 1 komentar | Read More