Diberdayakan oleh Blogger.
place your

ADS here

just call me
Tampilkan postingan dengan label Waspadai. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Waspadai. Tampilkan semua postingan

Waspadai Serangan Jantung

Written By Agung Setiawan on Selasa, 26 Maret 2013 | 3:02 PM

Serangan jantung kini mulai sering menyerang di usia muda. Presenter Ricky Johannes, contohnya. Pria kelahiran  25 September 1967 ini tampak masih sehat dan enerjik, namun ia meninggal karena serangan jantung mendadak hari Jumat (22/3) lalu.

Wajar jika orang dengan kondisi yang "tampaknya sehat" tetap bisa terkena serangan jantung. Sebab, seperti dituturkan ahli jantung Muhammad Munawar MD, PhD, serangan jantung merupakan situasi ketika salah satu cabang pembuluh darah koroner tersumbat tiba-tiba. “Sebagian besar pasien didahului proses penyempitan yang berlangsung sedikit demi sedikit, bertahun-tahun, bahkan puluhan tahun,” ujarnya.

Akibat penyempitan perlahan itu, kata anggota Tim Medik Presiden tersebut, penderita tidak merasakannya. Pada beberapa pasien, dinding penyempitan menjadi mudah retak (disebut juga rupture plaque), sehingga terjadi gumpalan darah yang menyumbat secara tiba-tiba. “Inilah serangan jantung (mendadak) itu,” ungkapnya.

Ketua Komite Medik pada RS Jantung Binawaluya, Jakarta, ini memaparkan bahwa dari data statistik, penyakit jantung koroner sebagian besar terjadi pada pria berusia di atas 40 tahun. Sedangkan pada wanita, di atas usia 50 tahun.

Kendati demikian, bukan tidak mungkin terjadi pada usia lebih muda. Maklum, penyebab umumnya adalah kolesterol tinggi, merokok, hipertensi, diabetes mellitus, kegemukan, serta kurang olah raga.

Karena itu, Wakil Ketua Masyarakat Jantung Asia Pasifik ini mengingatkan, yang terpenting adalah pencegahan dini. Mulailah dengan mengecek apakah ada diabetes atau mengidap kadar kolesterol tinggi. Ini bisa dilakukan dengan pemeriksaan darah.

Setelah itu, coba cek kemungkinan adanya penyempitan pada pembuluh darah koroner. Cukup dengan cara sederhana seperti melihat faktor keturunan atau melalui uji latih jantung dengan beban (treadmill test). Jika mau tes dengan teknologi tinggi, bisa saja lewat MSCT (multi slice computed tomography) dan scan nuklir.

“Tetapi harus dipertimbangkan manfaat dan biayanya,” kata ahli yang menyelesaikan studi doktoralnya di Universitas Indonesia itu.

Tanda serangan jantung yang harus diperhatikan adalah sakit pada dada yang menjalar ke tangan, punggung, perut, kadang-kadang leher. Bisa juga ada rasa berat atau panas di dada, serta sesak napas.

Bila kondisi itu terjadi lebih dari setengah jam, dosen senior di Universitas Indonesia ini menyatakan, patut dicurigai adanya serangan jantung. Umumnya disertai keringat banyak, kadang-kadang muntah, sebagian pasien bahkan disertai kejang, seperti yang dialami almarhum Ricky Jo.

“Umumnya kejang itu disebabkan oleh serangan irama jantung yang mematikan (lethal arrhythmia), berupa fibrilasi ventricular,” katanya.

Serangan jantung seperti itu disebut mematikan, karena kalau tidak ada tindakan berupa pemberian kejut energi listrik lewat defibrillator dalam 10 menit, pasien bisa meninggal.  Alatnya itu, umumnya ada di ruang gawat darurat rumah sakit atau ambulans khusus. “Tapi di negara-negara maju, malah ada di tempat-tempat umum semacam bandara atau stasiun kereta api,” ujar Dr Munawar.

Sebagai tindakan pencegahan jika ada tanda-tanda serangan jantung, berikut tips dari ahli jantung, Muhammad Munawar PhD.

1. Jangan menunda-nunda, apalagi malah mengambil tindakan tak perlu seperti dikerok atau dipijat.

2. Minum aspirin dengan dosis 100-320 mg segera.  Kalau ada, berikan tambahan obat antiplatelet yang kuat seperti clopidogrel (300 mg, atu 4 tablet) atau ticagrelor 180 mg. Orang-orang dengan risiko serangan jantung tinggi hendaknya mempunya persediaan obat ini. Obat-obatan nitrat tidak banyak menolong dibanding dengan obat-obat tersebut.

3. Jangan minta pertolongan kepada teman, tetangga, atau dokter keluarga, tetapi teleponlah langsung ke rumah sakit yang siap menangani pasien serangan Jantung. Pastikan bahwa rumah sakit tersebut punya ambulans (atau minta tolong ambulans 118). Siapkan nomor telepon penting ini di ponsel Anda.

4. Pastikan pula rumah sakit yang dihubungi memiliki fasilitas pemberian thrombolisis (bila serangan Jantung masih dalam waktu kurang dari 3 jam) atau fasilitas kateterisasi jantung, dan dokternya siap melakukan tindakan pemasangan ring/stent.

Oleh: Erly Susana

3:02 PM | 0 komentar | Read More

Status Gunung Tangkubanparahu Waspada

Written By Agung Setiawan on Sabtu, 25 Agustus 2012 | 3:46 PM



Status Gunung Tangkubanparahu kini sedang dalam keadaan waspada. Wisatawan masih diperbolehkan menikmati indahnya Taman Wisata Alam (TWA) Tangkubanparahu, namun dilarang untuk mendekati Kawah Upas dan Kawah Ratu.

Hal itu ditegaskan Dirut Utama PT Graha Rani Putra Persada (GRPP) , Putra Kaban saat dihubungi detikbandung via telepon, Sabtu (25/8/2012).

"Kita mengimbau kepada wisatawan melalui pengeras suara agar tidak mendekati Kawah Upas dan Kawah Ratu. Tapi kadang ada pengunjung yang memaksa naik," tegasnya

Berdasarkan data dari website PVMBG yakni vsi.esdm.go.id, Gunungapi Tangkubanparahu merupakan gunungapi aktif strato yang memiliki 9 kawah. Dua kawah utama di puncak adalah Kawa Ratu dan Kawah Upas berdiameter masing-masing sekitar 1.000 meter dengan kedalaman kawah sekitar 400 meter.

"Saat ini di sekitar Kawah Ratu ada tim vulkanologi, tapi  kita tetap mengimbau kepada pengunjung dan pedagang agar tetap berhati-hati. Karena kalau kami larang, khawatir timbul masalah baru," ujarnya.

Sejak 1 Juli hingga 22 Agustus 2012, terekam 264 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplituda maksimum 2-22 mm dan lama gempa 4-17 detik. Tercatat juga sebanyak 16 kali gempa vulkanik dalam dengan amplituda maksimum 2-40 mm, S-P 0.5-4 detik dan lama gempa 5-18 detik. Selain itu, terekam 18 kali gempa tektonik lokal, dan 50 kali gempa tektonik jauh.

Kemudian sejak 13 Agustus 2012, teramati adanya peningkatan cukup signifikan aktivitas gempa vulkanik yang ditandai makin meningkatnya jumlah harian gempa vulkanik dangkal, maupun gempa vulkanik dalam. Aktivitas gempa vulkanik tersebut, selanjutnya diikuti oleh tremor menerus selama 4 jam (amplituda 5-20 mm) pada 23 Agustus 2012, mulai pukul 00.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB.


Sumber detikBandung dan 4.bp.blogspot.com
3:46 PM | 0 komentar | Read More

Waspadai datangnya badai matahari

Written By Agung Setiawan on Selasa, 09 Agustus 2011 | 4:08 PM

badai matahari
Dalam beberapa hari ini, akibat tiga letupan besar di permukaan Matahari sepanjang minggu lalu, bakal menimbulkan gelombang badai elektromagnetik. Badai Matahari ini bisa menyebabkan gangguan satelit, perangkat telekomunikasi, serta elektronik.

Pemerintah Amerika Serikat, bahkan secara khusus mengeluarkan peringatan risiko tersebut. "Badai Matahari yang akan terjadi berikutnya mungkin memiliki level sedang atau kuat," kata Joseph Kunches, ilmuwan dari Space Weather Prediction Center, divisi dari National Oceanic and Atmospheric Adaministration (NOAA).

Kunches mengungkapkan, badai Matahari yang terjadi minggu lalu dan berikutnya bisa berdampak pada satelit komunikasi dan Global Positioning System (GPS) dan bahkan dapat menciptakan aurora yang bisa dilihat dari wilayah Minesota dan Winconsin, Amerika Serikat.

Aurora yang tercipta, disebut aurora borealis, merupakan cahaya alami yang bisa dilihat di wilayah Artik dan Antartika. Fenomena itu terbentuk akibat tumbukan antara partikel berenergi tinggi dengan atom di lapisan atas atmosfer.
Aurora

Menurut NOAA, kerusakan besar akibat badai Matahari jarang terjadi, namun pernah dilaporkan adanya dampak serius. Pada tahun 1989 misalnya, badai Matahari mengakibatkan pembangkit listrik di Quebec, Kanada, lumpuh sehingga warga setempat harus hidup tanpa listrik selama berjam-jam.

Sementara, dampak terbesar badai Matahari terjadi pada tahun 1859. Badai Matahari melumpuhkan sistem komunikasi telegraf di seluruh dunia dan mencipatakan aurora yang bisa dilihat hingga Karibia.

Sistem telegraf dilaporkan terus mengirimkan sinyal walaupun baterai telah dicopot. Bagaimana dengan dampak badai Matahari kali ini? Kunches mengungkapkan, "Saya pikir badai Matahari yang terjadi kali ini tak akan mendekati itu. Ini akan ada pada angka dua atau tiga dari lima pada skala NOAA Space Weather."

Tapi, tetap harus diwaspadai. Badai Matahari pertama yang terjadi minggu lalu mengakibatkan sedikit dampak di Bumi. Sementara badai yang kedua lebih kuat. Yang ketiga, masih belum dilaporkan, tetapi kemungkinannya bisa memperburuk badai Matahari yang kedua atau tidak berdampak sama sekali.

Direktur Space Weather Prediction, Tom Bogdan, mengatakan, puncak badai Matahari terjadi setiap 12 tahun sekali. Seperti dikutip Reuters, Jumat (5/8/2011), ia memperkirakan badai Matahari berikutnya akan terjadi pada tahun 2013.

Dari TRIBUNnews.com
4:08 PM | 0 komentar | Read More